Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan: Pengertian, Proses, dan Contohnya

Perkembangbiakan tumbuhan secara generatif

Pernahkah kamu berpikir mengapa pohon jambu, pohon mangga, atau tumbuhan lainnya di dunia ini tetap ada dan tidak punah? Jawabannya adalah karena tumbuhan memiliki kemampuan untuk berkembang biak.

Salah satu cara tumbuhan berkembang biak adalah melalui perkembangbiakan generatif. Proses ini melibatkan penyerbukan dan pembuahan dengan kata lain melalui proses kawin, sehingga menghasilkan keturunan baru yang memiliki sifat gabungan dari induknya. Proses ini membutuhkan alat kelamin jantan dan betina, sama seperti pada hewan. Alat kelamin Jantan pada tumbuhan yaitu benang sari, sedangkan alat kelamin betinanya adalah putik.

Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian perkembangbiakan generatif, proses yang terjadi, serta contoh tumbuhannya. Yuk, simak selengkapnya agar kamu lebih memahami bagaimana tumbuhan berkembang biak secara alami!

1. Pengertian Perkembangbiakan Generatif

Perkembangbiakan generatif adalah proses reproduksi tumbuhan yang terjadi melalui peleburan sel kelamin jantan (spermatozoid) dan sel kelamin betina (ovum). Proses ini menghasilkan biji yang nantinya dapat tumbuh menjadi individu baru. Oleh karena itu, perkembangbiakan generatif sering disebut juga sebagai perkembangbiakan melalui biji.

Proses ini berlangsung dengan bantuan bunga sebagai alat reproduksi utama. Di dalam bunga terdapat benang sari (alat kelamin jantan) dan putik (alat kelamin betina), yang berperan dalam penyerbukan dan pembuahan. Setelah pembuahan terjadi, bunga akan berkembang menjadi buah yang berisi biji sebagai calon tumbuhan baru.

Beberapa contoh tumbuhan yang berkembang biak secara generatif antara lain: padi, mangga, bunga matahari, apel, tomat dan lain sebagainya. lebih lanjut akan kita bahas dibagian selanjutnya di bawah ini.

Menariknya, tidak semua tumbuhan memiliki bunga yang sempurna. Ada tumbuhan yang memiliki bunga lengkap (memiliki benang sari dan putik dalam satu bunga), serta bunga tidak lengkap (benang sari dan putik terpisah pada bunga yang berbeda). Namun, keduanya tetap bisa berkembang biak melalui proses generatif.

Lalu, bagaimana proses perkembangbiakan generatif ini berlangsung? Mari kita lanjut ke bagian berikutnya!

Video Perkembang Biakan Tumbuhan secara Generatif

2. Proses Perkembangbiakan Generatif

Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan berlangsung melalui beberapa tahapan utama, yaitu penyerbukan (polinasi), pembuahan (fertilisasi), dan pembentukan biji serta buah. Proses ini memastikan bahwa tumbuhan dapat menghasilkan keturunan baru dan mempertahankan kelangsungan hidup spesiesnya.

Mari kita bahas satu per satu!

a) Penyerbukan (Polinasi)

Penyerbukan adalah proses berpindahnya serbuk sari (pollen) dari kepala sari (anter) ke bagian kepala putik pada bunga yang sama atau bunga lain. Penyerbukan ini merupakan langkah awal dalam perkembangbiakan generatif karena tanpa penyerbukan, pembuahan tidak dapat terjadi.

Berdasarkan cara terjadinya, penyerbukan dibedakan menjadi empat jenis:

  1. Penyerbukan sendiri (autogami) – Serbuk sari jatuh ke putik bunga yang sama. Contoh: bunga kacang tanah dan tomat.
  2. Penyerbukan silang (alogami) – Serbuk sari dari satu bunga jatuh ke putik bunga lain dalam satu spesies. Contoh: mangga dan apel.
  3. Penyerbukan bastar – Serbuk sari berasal dari bunga tumbuhan berbeda yang masih dalam satu keluarga. Contoh: berbagai jenis padi atau bunga mawar dengan warna berbeda.
  4. Penyerbukan oleh manusia (buatan) – Penyerbukan yang dilakukan dengan bantuan manusia, misalnya pada perkebunan vanili atau persilangan tanaman hias.

Penyerbukan dapat terjadi dengan bantuan angin, air, serangga, burung, atau manusia, tergantung pada jenis tumbuhannya.

b) Pembuahan (Fertilisasi)

Setelah penyerbukan terjadi, serbuk sari yang telah mendarat di kepala putik akan membentuk tabung serbuk sari yang menuju ke bakal biji di dalam ovarium. Di sinilah proses pembuahan terjadi.

Tumbuhan berbunga (Angiospermae) mengalami pembuahan ganda, yaitu:

  1. Peleburan inti generatif pertama dengan sel telur, menghasilkan zigot (calon embrio).
  2. Peleburan inti generatif kedua dengan inti kandung lembaga sekunder, membentuk endosperma yang berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio.

Sementara itu, pada tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) seperti pinus dan pakis haji, hanya terjadi pembuahan tunggal, yaitu peleburan sel kelamin jantan dan betina untuk menghasilkan embrio tanpa pembentukan endosperma.

c) Pembentukan Biji dan Buah

Setelah pembuahan, bakal biji berkembang menjadi biji, dan bakal buah berkembang menjadi buah yang melindungi biji. Pada beberapa tumbuhan, buah juga membantu penyebaran biji ke tempat yang lebih jauh.

  • Buah berdaging – Seperti mangga, apel, dan tomat. Daging buahnya berfungsi menarik hewan untuk menyebarkan bijinya.
  • Buah kering – Seperti kacang-kacangan dan padi, yang bijinya tersebar setelah buahnya mengering dan pecah.

Biji yang matang kemudian akan mengalami perkecambahan saat berada di lingkungan yang sesuai (cukup air, oksigen, dan suhu yang mendukung). Setelah itu, tumbuhan baru akan mulai tumbuh dan berkembang.

3. Contoh Tumbuhan yang Berkembang Biak Secara Generatif

Setelah mempelajari proses perkembangbiakan generatif pada tumbuhan, kini saatnya kita melihat contoh nyata tumbuhan yang berkembang biak melalui proses ini. Proses generatif memungkinkan tumbuhan untuk menghasilkan keturunan dengan sifat yang bervariasi, yang penting untuk keanekaragaman hayati dan kelangsungan hidup spesies.

Berikut adalah beberapa contoh tumbuhan yang berkembang biak secara generatif:

🌾 Padi (Oryza sativa)

Padi merupakan salah satu tumbuhan yang berkembang biak secara generatif melalui biji. Proses penyerbukan pada padi terjadi dengan bantuan angin (penyerbukan angin atau anemogami). Setelah penyerbukan, padi menghasilkan biji yang disebut beras. Biji padi yang jatuh ke tanah dapat tumbuh menjadi tanaman padi baru apabila kondisi lingkungan mendukung. Proses ini memungkinkan padi untuk tumbuh dan berkembang biak secara alami di berbagai wilayah di dunia.

🥭 Mangga (Mangifera indica)

Pohon mangga adalah contoh tumbuhan yang berkembang biak secara generatif melalui biji yang terdapat di dalam buah mangga. Penyerbukan pada mangga biasanya dilakukan oleh serangga, terutama lebah, meskipun pada beberapa varietas juga dapat terjadi penyerbukan silang yang dibantu oleh angin. Setelah pembuahan, biji mangga berkembang menjadi tanaman baru. Meskipun kita sering menanam pohon mangga dengan stek atau okulasi, namun pada dasarnya mangga dapat berkembang biak melalui bijinya.

🌻 Bunga Matahari (Helianthus annuus)

Bunga matahari adalah contoh tumbuhan yang mudah dikenali karena bunga besar dan menarik. Tumbuhan ini berkembang biak secara generatif melalui biji yang dihasilkan setelah pembuahan. Penyerbukan pada bunga matahari biasanya dibantu oleh serangga, terutama lebah. Setelah pembuahan, biji bunga matahari akan berkembang menjadi buah yang siap dipanen. Biji bunga matahari sangat populer sebagai camilan sehat dan dapat ditanam kembali untuk menghasilkan tanaman baru.

🍎 Apel (Malus domestica)

Pohon apel berkembang biak secara generatif melalui biji yang terdapat di dalam buah apel. Proses penyerbukan pada pohon apel dilakukan oleh serangga, terutama lebah. Setelah penyerbukan, buah apel berkembang dan berisi biji. Biji apel yang jatuh ke tanah dan mendapatkan kondisi yang baik, akan berkecambah dan tumbuh menjadi pohon apel baru. Meskipun umumnya apel diperbanyak melalui stek atau okulasi untuk mendapatkan sifat unggul, biji apel tetap berperan dalam proses generatif ini.

🍅 Tomat (Solanum lycopersicum)

Tomat juga berkembang biak secara generatif melalui biji. Setelah penyerbukan yang biasanya dibantu oleh serangga, tomat menghasilkan buah yang mengandung biji. Biji tomat dapat ditanam kembali untuk menghasilkan tanaman tomat baru. Karena tomat merupakan tumbuhan yang memiliki siklus hidup pendek, perkembangbiakan generatifnya berlangsung cukup cepat, sehingga cocok untuk pertanian komersial.

🌳 Kelapa (Cocos nucifera)

Kelapa adalah tumbuhan tropis yang juga berkembang biak melalui biji. Buah kelapa yang besar mengandung biji di dalamnya, dan setelah matang, biji kelapa dapat tumbuh menjadi pohon kelapa baru jika jatuh dan terkena tanah yang subur. Kelapa juga memiliki mekanisme penyebaran biji yang unik, yaitu melalui dispersi air. Biji kelapa dapat terapung di air dan tumbuh di pantai-pantai yang jauh dari pohon induk, memastikan kelangsungan hidupnya di berbagai tempat.

🌾 Jagung (Zea mays)

Jagung adalah contoh tanaman yang berkembang biak secara generatif melalui biji. Jagung memerlukan penyerbukan silang antara bunga jantan (yang menghasilkan serbuk sari) dan bunga betina (yang terdapat di tongkol jagung). Setelah pembuahan, biji jagung terbentuk di tongkol, dan biji ini dapat ditanam kembali untuk menghasilkan tanaman jagung baru. Jagung menjadi salah satu tanaman pangan penting di seluruh dunia.

Itulah pembahasan tentang Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan mulai dari pengertian, proses, dan contohnya. Perkembangbiakan tumbuhan secara generatif sangat penting bagi kelangsungan hidup tumbuhan. Proses penyerbukan, pembuahan, dan pembentukan biji menghasilkan keturunan dengan sifat genetik yang bervariasi, yang memungkinkan tumbuhan beradaptasi dengan lingkungan dan bertahan hidup. Tanpa perkembangbiakan generatif, tumbuhan akan kesulitan berkembang biak dan mempertahankan eksistensinya.

Melalui proses ini, tumbuhan dapat menyebar ke berbagai tempat dan memperkuat ekosistem serta mendukung kehidupan manusia.


Ruang Belajar Channel
Ruang Belajar Channel Education Content Creator

Posting Komentar untuk "Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan: Pengertian, Proses, dan Contohnya"